Menyibak Kabut Saat-saat Terakhir bersama Soeharto

Menyibak Kabut Saat-saat Terakhir bersama Soehartofree Menyibak Kabut Saat-saat Terakhir bersama Soeharto, Menyibak Kabut Saat-saat Terakhir bersama Soeharto pdf, Menyibak Kabut Saat-saat Terakhir bersama Soeharto pdf free,Menyibak Kabut Saat-saat Terakhir bersama Soeharto pdf download, Menyibak Kabut Saat-saat Terakhir bersama Soeharto epub, Menyibak Kabut Saat-saat Terakhir bersama Soeharto ebook, Menyibak Kabut Saat-saat Terakhir bersama Soeharto read online, Menyibak Kabut Saat-saat Terakhir bersama Soeharto pdf download, Menyibak Kabut Saat-saat Terakhir bersama Soeharto epub, Menyibak Kabut Saat-saat Terakhir bersama Soeharto kindle, Menyibak Kabut Saat-saat Terakhir bersama Soeharto Mobi – KINDLE Menyibak Kabut Saat Saat Terakhir Bersama Soeharto By Emha Ainun Nadjib Artimagazin.com Di Manakah Letak Kita, Para Rakyat Kecil Yang Tak Berdaya Ini Di Koran, Di Televisi, Mereka Semua Berbicara Dengan Gagah Dan Patriotik Namun, Fokus Pembicaraan Mereka Kebanyakan Tentang Tema Tema Pembagian Kekuasaan Atau Perebutan Kekuasaan Hampir Tak Ada Yang Kita Rasakan Hatinya Mencintai Kita, Yang Memfokuskan Perhatiannya Pada Apakah Kita Akan Kelaparan Atau Tidak Mei 1998 Merupakan Tonggak Penting Bagi Perubahan Nasib Bangsa Indonesia Soeharto Mengumumkan Pengunduran Dirinya Sebagai Presiden Setelah 32 Tahun Berkuasa Sebagai Pemimpin, Soeharto Terlalu Ditakuti Sehingga Tak Seorang Pun Mampu Mendebatnya Negara Macam Apa Yang Tetap Mempertahankan Ketakutan Rakyat Terhadap Pemimpinnya Buku Ini Merekam Upaya Upaya Dan Dialog Yang Dilakukan Emha Ainun Nadjib Dan Para Tokoh Reformis Lainnya Dengan Pemerintah Dalam Membuka Jalan Menuju Indonesia Yang Lebih Demokratis Tak Hanya Sekadar Menurunkan Soeharto Dari Posisi Puncaknya, Buku Ini Juga Menjadi Catatan Sejarah Bagi Silang Sengkarutnya Kondisi Indonesia Ketika Perebutan Kekuasaan Pasca Reformasi Terjadi Ketika Sosok Sosok Yang Awalnya Disebut Pahlawan, Berbalik Ingkar Secara Mengejutkan Saat Berhadapan Dengan Kekuasaan. Saya tidak ingin menyebut buku ini sebagai satu pledoi atau pembelaan Emha atas segenap fitnah yang menimpa dirinya Biarlah Allah SWT dan para malikatnya yang menjaga beliau Namun, rasanya Emha juga membutuhkan semaca counter attack untuk isu isu yang mengecapnya sebagai kawan Cendana Maka, tidak berlebihan bila buku ini benar benar menjadi jawaban Emha atas segala tindakannya menjelang turunnya Pak Harto hingga era kepresidenan Habibie Emha dengan gamblang menceritakan bagaimana firasat para Kiai kiai menjelang lengsernya Pak Harto, dimana mereka semua mendapat firasat tentang darah dimana mana Pun, Emha juga tidak segan menulis kejadian penting seputar usaha mengkhusnul khatimahkan Pak Harto Momentum reformasi yang oleh sebagian pihak dijadikan jalan tikus menuju kekuasaan pun tak luput dari kritik Emha Betapa tokoh tokoh yang kita agungkan sebagai Bapak Reformasi itu pun ternyata bertindak atas kepentingannya sendiri Tanya Emha bagaimana rasanya ketika naskah untuk Konferensi Pers waktu itu hanya diatasnamakan oleh Nurcholish Madjid dan Amien Rais Padahal, ada beberapa orang tokoh lainnya yang menemui Pak Harto dan
Ini buku Emha yang paling tidak saya suka Isinya kok misuh wae Tapi gak lama selesai membacanya, dalam kurun waktu gak jauh, saya mengalami hal yang sama yang bikin susah untuk tidak misuh dituduh macem macem Pokoknya kalo baca puisi Gus Mus yang Kau ini Bagaimana atawa Aku Harus Bagaimana saya akan bilang, gue banget tuh puisi Apa waktu itu saya kualat sama Emha yah Soalnya waktu itu saya ngedumel seles
Kesan dan kisah Emha, saat dia masuk sebagai salah satu orang di era reformasi yang menemui Soeharto, menjelang lengser keprabon andri Belajar Mengkritik tanpa MembenciAda hubungan antara Cak Nun dan Orba Pertanyaan itulah yang pertama kali timbul ketika saya melihat dan memutuskan meminjam buku ini dari Perpustakaan Daerah Surabaya Selain karena rasa penasaran, saya tertarik dengan sampul bukunya yang eye catching menampilkan karikatur Soharto yang sedang duduk di kursinya, dan digoyang oleh banyak tangan di bawahnya Setelah membaca buku ini, saya sedikit paham kenapa sosok Cak Nun dikaitkan dengan Orba Buku ini berisi kritikkan Cak Nun, dan klarifikasi beliau perihal keterkaitanya dengan Orba Ada dua kubu yang menafsirkan keterkaitan Cak Nun dengan Orba Pertama, ada yang menyebut Cak Nun tidak pro reformasi, karena telah terjadi pertemuan antara Beliau beserta tim 9 dengan Soeharto, pada tanggal 19 Mei 1998 Di satu sisi, ada yang menganggap Cak Nun patut diapresiasi, karena beliau berani bertemu langsung dengan Soherato di istana, untuk meminta Sohearto agar segera turun dari jabatanya Ada tudingan, khususnya dari pihak kontra, bahwa pertemuan di istana itu sebagai bentuk kolusi antara tim 9 dengan Soeharto Menanggapi hal tersebut, Cak Nun dengan santai menjawab Atau, kalau memang kami punya karakter untuk kolusi, mestinya dulu dulu dong, kenapa baru berkolusi ketika setiap orang Indonesia sudah meminta Pak Harto mundur H
kalau mau meruntut kisah sebenarnya, bagaimana Pak Harto sebagai tokoh yang tak mungkin tergoyahkan bersedia untuk turun tahta bisa dibaca ini buku tanpa taendensi kepentingan apapun, kecuali penegasan para tokoh didalamnya menjelaskan kepada pak Harto kenapa harus turun.Tulisan yang dirangkum detik per detik, menit, jam, hari sampai pak harto benar benar menundurkan diri Sayangnya ada intrik pihak lain sehingga Habibi naik jadi presiden, tidak
terima kasih Membaca karya EAN memang selalu merasa tercerdaskan Tahun 98 dulu aku masih lolak lolok aja liat tawuran dll Baca buku ini menjadi salah satu jalan utk tahu apa yang waktu itu terjadi.